Sabtu, 06 Februari 2021

Kalah Dalam Bermartabat

 Kalah Dalam Bermartabat

Sebagai manusia tidak terlepas dari yang namanya kesalahan, namun bukan berarti tak luput dari kesalahan itu melakukan kesalahan yang terus menerus. Maaf dan memaafkan di dalam kehidupan sangatlah penting dan sudah seharusnya dilakukan oleh setiap orang, baik yang memiliki kesalahan ataupun tidak.

Mengakui sebuah kesalahan dan minta maaf bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Salah satu hal yang menyulitkan seseorang untuk meminta maaf adalah bingung dalam menggunakan kata-kata yang baik untuk meminta maaf.

Sebagai manusia tidak terlepas dari yang namanya kesalahan, namun bukan berarti tak luput dari kesalahan itu melakukan kesalahan yang terus menerus. Maaf dan memaafkan di dalam kehidupan sangatlah penting dan sudah seharusnya dilakukan oleh setiap orang, baik yang memiliki kesalahan ataupun tidak.

Mengakui sebuah kesalahan dan minta maaf bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Salah satu hal yang menyulitkan seseorang untuk meminta maaf adalah bingung dalam menggunakan kata-kata yang baik untuk meminta maaf.


Mengalah dan meminta Maaf itu bukan berarti kalah  namun mengalah dalam arti kalah dalam bermartabat

Kamis, 04 Februari 2021

CERITA HIDUP DI TAPAL BATAS (RI-RDTL)

HIDUP DI TANAH RANTAU 
SEBAGAI GURU (GGD II) DI TAPAL BATAS
RI-RDTL

“Hidup di rantauan mengajarkan kita dan Mengerti akan arti hidup yang sesungguhnya dan berada jauh dari orangtua, merubah kita menjadi dewasa. Dewasa dalam berpikir, dewasa dalam bertingkah dan dewasa dalam mengambil keputusan dalam mencerdaskan anak bangsa di lintas batas RI-RDTL”.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun pun berganti, tak terasa 3 setengah Tahun sudah kulalui. Canda, tawa, susah dan senang datang silih berganti. Itulah seni dari kehidupan di lintas batas RI-RDTL. Sekian lama aku berkumpul bersama orang-orang asing ditempat yang asing pula di lintas batas RI-RDTL. Kesendirian, kesunyian dan kehampaan saat datangnya pagi hingga malam pun tiba selalu kurasa dalam hidupku. Betapa sulitnya aku menyesuaikan diri di tempat yang asing ini di lintas batas RI-RDTL. Tak ada saudara, tak ada keluarga, sahabat pun jarang ku temui. Dalam keadaan seperti ini, aku bingung, aku ragu dan aku bimbang dalam menjalankan “Tugas Sebagai Guru Garis Depan” di batas Wilaya NKRI di lintas batas RI-RDTL dan mengarungi kehidupan, menjalani hidup ini sendiri bagaikan di luas dan Ganasnya samudra.

Dalam hati kecilku, aku bertanya-tanya, mampukah aku menjalani semua ini?

Kasih sayang kini tak lagi kurasakan dari orangtua yang tinggal seorang di kampung halamanku dan sanak saudaraku. Saat ini, aku dituntut untuk bisa mencari dan menemukan kasih sayang dari orang-orang asing ini. Tanpa kasih sayang dari keluarga aku harus bisa menentukan hidupku sendiri. Betapa sulitnya hidup ini di lintas batas RI-RDTL. Hidup ini tak segampang seperti kita membalikkan telapak tangan kawan dan sahabatku.

Dengan segala kesederhanaan, dengan segala kekurangan aku mulai menapaki hidup ini tanpa ditemani seorangpun. Ketika bersama orangtua yang hanya tinggal seorang ayah dan sanak-saudaraku, walaupun sederhana tapi aku selalu santai dalam menjalani hidup. Tetapi kini kenyataan mulai berbalik. Bersama diriku sendiri, aku harus membuat segala sesuatu yang tak ada menjadi ada. Membuat segala sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin.

Demi hidup masa depanku dan juga masa depan generasi bangsa, aku harus rela berpijak dari tanah kelahiranku dan meninggalkan orangtua yang hanya tinggal seorang ayah dan sanak saudaraku. Demi sesuap nasi, aku harus tinggal ditanah orang. Tinggal dengan orang yang tak dikenal, dengan orang yang tak punya hubungan apapun, aku harus tetap hidup dengan mereka untuk bisa bertahan hidup. Ini adalah salah satu pengalaman ku tinggal lingkungan lintas batas RI-RDTL bersama-sama dengan orang asing di lintas batas RI-RDTL. Betapa sulitnya aku menghadapi semua ini, tetapi semua ini kulakukan demi hidupku dan generasi emas di lintas batas RI-RDTL yang haus akan pendidikan. 

Mereka anak generasi Indonesia sangat mengharapkan nahkoda baru (Guru yang Berjubah kasih sayang) yang datang membawa mereka lewat kapal tua menuju masa depan Gemilang.

Jeritan mereka yang begitu tajam tidak perna terdengar oleh sang penguasa negeri ini;

Berteman sebuah laptop tua dan segelas kopi Hitam ditemani sebatang rokok, aku coba merenungi dan merefleksi hidupku ini. Seketika, aku terbangun dan teringat akan kata-kata kuno yang sangat sederhana yang pernah kudengar dari seorang sahabatku biasa di sapa “Shinto”. Katanya, “di dalam menjalani hidup ni kawan, janganlah beban yang lebih besar daripada hidup, tetapi hidup ini yang harus lebih besar dari pada beban”.



Jumat, 01 Mei 2020

Jangan jadikan pandangan kita itu seperti "MATA LALAT" Tapi jadilah seperti "MATA LEBAH"




Dunia ini kejam seperti debu-debu jalanan yang begitu kejam......
Kenapa banyak pertanyaan2 yang harus timbul bahwa diantara itu
"tiada hujan maupun angin kok ada pembangunan...?? "bangunan kecil yang tak layak huni itu"
Ini menurut saya pertanyaan yang konyol.
Memberikan suatu perubahan itu bukannx di nilai secara positif....?? Malah timbul cara pandang yang negatif

*Maka rubahlah pola pikir & cara pandang itu*
Jangan jadikan pandangan kita itu seperti "MATA LALAT"
Yang sukanx mencari benda-benda busuk & buruk
(Artinya selalu mencari kesalahan dan kehilafan orang lain, & tak perna pikir kebaikan orang lain)
Tapi jadilah seperti "MATA LEBAH" Yang suka mencari dimanakah letaknya haruman dan manisan.
(Artinya selalu memandang kebaikan orang lain walaupun kebaikan itu hanya sebutir Gaba tanpa memikirkan kesalahan orang lain walaupun begitu besar)

Dunia ini kejam sobat......
Apakah pembangunan bangunan kecil yang tak layak huni juga perlu ad landasan yang kritis 
Seperti Memberikan berbagai macam laporan bahwa ad suatu hal yang menghantui jdi harus ad pembangunan. di samping itu pun karena dengan banyak pertanyaan2 yang harus timbul bahwa tiada hujan maupun angin kok ada pembangunan...??
Ini menurut saya pertanyaan yang konyol.
Memberikan suatu perubahan itu bukannx di nilai secara positif....?? Malah timbul cara pandang yang negatif.

Rabu, 11 Maret 2020

TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI KAB. ALOR-NTT



Solidaritas antar umat beragama
Di desa Wolwal Tengah, Kec. Alor Barat Daya, Kab. Alor-NTT
Salah satu contoh yg kita lihat...
"Kristen-Islam"
Kedua agama bergandengan tangan dalam mendukung kegiatan lomba Musabaqa Tillatil Qur'an (MTQ) Tingkat Kecamatan ABAD
salah satu toko agama kristen (Asor Moaley) memberikan dukungan lewat Piaya bergilir yg sementara ini bèrada di desa wolwal tengah.
Seolah piala itu jngn sampai berpindah

"Toleransi antar umat beragama di alor sangat Kental"

Sabtu, 15 Februari 2020

Bapak Bungsu "ABDULAH ISMAIL MAUROL" Selamat Jalan semoga husnul hotima😭🙇🙇

Sangat mendadak kepergianmu pangeran bungsu.
Dari anak & cucumu yang belum bisa dibanggakan ini, kumohonkan doa kepada Tuhan; semoga engkau husnul khatimah dan memperoleh surga-Nya, Aamiin ya Rabbal Alamin
Jujur aku butuh waktu untuk bisa siap kehilanganmu ayah, maka kuperkenankan diriku untuk sementara ini bersedih, bersabar, dan kembali merefleksi jalur hidup, walaupun tangan tak perna mengusap di kepalaku n tak merasakan ksih sayangmu waktu masih ku kecil dulu.. hingga saat ini...
Namun semua itu mungkin hanyalah mimpi yg tak perna berujung,
Di setiap relung-relung hati ini masih banyak kata yang melayang di udara yang tak sanggup ku unkapkan lewat tulisan ini dan hanya bisa terungkp sebait kata Doa
Di hari yg ke -40 tetap anak-anakmu dan semua keluarga besar Fingfala titip do'a dari jarak yg memisahkan kita semga amal ibadamu diterima disisi allah Swt. Amin 😢😢

Kalbar, 05 januari 2020

Minggu, 09 Februari 2020

Bunga mawar tidak melukaimu, tapi kebodohanmu yang memegang duri batangnya.




     
"Bunga mawar tidak melukaimu, tapi kebodohanmu yang memegang duri batangnya."

"Tidak semua bunga yang indah menawarkan madu, ada yang menyimpan racun. Membunuh perlahan. Menikam dengan pelan."

Kehidupan yang mandiri itu seperti orang yang tidak membeli bunga, tapi memetik dari tamannya sendiri." ~ LA

"Cinta itu seperti bunga mawar. indah dan harum. tapi berhati-hati lah, karena ada duri yang siap melukaimu."

Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya.
Orang-orang optimis melihat bunga mawar, bukan durinya. Orang-orang pesimis terpaku pada duri dan melupakan mawarnya.

Meski dunia remukan hatimu, mawar itu tak pernah lepas dari genggamanmu. Satu cinta untuk dunia yang keji.
Kisah adalah bunga. Ketika satu tangkai patah dan mati, serbuk sari pelajarannya akan berkelana, menumbuhkan kisah baru yang jauh lebih indah."

Dengan ilmu itu engkau mampu




Kau jadi kyai itu
Jadi profesor itu jasa guru
jadi dokter itu jasa guru
Jadi sarjana itu jasanya guru
Guru tak pernah harapkan balasan
guru tak pernah harapkan pujian
Guru tak pernah harapkan balasan
guru tak pernah harapkan pujian
Hanyalah do'a yang dipanjatkan
mudah mudahan engkau maju
Dengan ilmu itu engkau mampumem
bawa masyarakat lingkunganmu
Dengan ilmu itu engkau mampu
membawa masyarakat lingkunganmu
Hidup sejah'tra bahagia selalu
Pahlawan bangsa tanpa tanda jasa
yang melekat pada relung dan dada
Pahlawan bangsa tanpa tanda jasa
yang melekat pada relung dan dada
Walau pun rintangan selalu menghalang
demi tugas yang mulia
Tak pernah goyah iman di dada
walau hambatan selalu melanda
Tak pernah goyah iman didada
walau hambatan selalu melanda
Demi bangsa hidup bahagia