Sabtu, 15 Februari 2020

Bapak Bungsu "ABDULAH ISMAIL MAUROL" Selamat Jalan semoga husnul hotimaπŸ˜­πŸ™‡πŸ™‡

Sangat mendadak kepergianmu pangeran bungsu.
Dari anak & cucumu yang belum bisa dibanggakan ini, kumohonkan doa kepada Tuhan; semoga engkau husnul khatimah dan memperoleh surga-Nya, Aamiin ya Rabbal Alamin
Jujur aku butuh waktu untuk bisa siap kehilanganmu ayah, maka kuperkenankan diriku untuk sementara ini bersedih, bersabar, dan kembali merefleksi jalur hidup, walaupun tangan tak perna mengusap di kepalaku n tak merasakan ksih sayangmu waktu masih ku kecil dulu.. hingga saat ini...
Namun semua itu mungkin hanyalah mimpi yg tak perna berujung,
Di setiap relung-relung hati ini masih banyak kata yang melayang di udara yang tak sanggup ku unkapkan lewat tulisan ini dan hanya bisa terungkp sebait kata Doa
Di hari yg ke -40 tetap anak-anakmu dan semua keluarga besar Fingfala titip do'a dari jarak yg memisahkan kita semga amal ibadamu diterima disisi allah Swt. Amin 😒😒

Kalbar, 05 januari 2020

Minggu, 09 Februari 2020

Bunga mawar tidak melukaimu, tapi kebodohanmu yang memegang duri batangnya.




     
"Bunga mawar tidak melukaimu, tapi kebodohanmu yang memegang duri batangnya."

"Tidak semua bunga yang indah menawarkan madu, ada yang menyimpan racun. Membunuh perlahan. Menikam dengan pelan."

Kehidupan yang mandiri itu seperti orang yang tidak membeli bunga, tapi memetik dari tamannya sendiri." ~ LA

"Cinta itu seperti bunga mawar. indah dan harum. tapi berhati-hati lah, karena ada duri yang siap melukaimu."

Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya.
Orang-orang optimis melihat bunga mawar, bukan durinya. Orang-orang pesimis terpaku pada duri dan melupakan mawarnya.

Meski dunia remukan hatimu, mawar itu tak pernah lepas dari genggamanmu. Satu cinta untuk dunia yang keji.
Kisah adalah bunga. Ketika satu tangkai patah dan mati, serbuk sari pelajarannya akan berkelana, menumbuhkan kisah baru yang jauh lebih indah."

Dengan ilmu itu engkau mampu




Kau jadi kyai itu
Jadi profesor itu jasa guru
jadi dokter itu jasa guru
Jadi sarjana itu jasanya guru
Guru tak pernah harapkan balasan
guru tak pernah harapkan pujian
Guru tak pernah harapkan balasan
guru tak pernah harapkan pujian
Hanyalah do'a yang dipanjatkan
mudah mudahan engkau maju
Dengan ilmu itu engkau mampumem
bawa masyarakat lingkunganmu
Dengan ilmu itu engkau mampu
membawa masyarakat lingkunganmu
Hidup sejah'tra bahagia selalu
Pahlawan bangsa tanpa tanda jasa
yang melekat pada relung dan dada
Pahlawan bangsa tanpa tanda jasa
yang melekat pada relung dan dada
Walau pun rintangan selalu menghalang
demi tugas yang mulia
Tak pernah goyah iman di dada
walau hambatan selalu melanda
Tak pernah goyah iman didada
walau hambatan selalu melanda
Demi bangsa hidup bahagia